Minggu, 22 Maret 2009

RS JIWA UNTUK CALEG...peluang bisnis?

RS JIWA UNTUK CALEG

By elha 23.03.2009

RS Jiwa Surakarta menyediakan ruang khusus pasien kejiwaan untuk para caleg 2009 yang depresi. Kamar-kamar di desain khsusus seperti layaknya kamar pribadi. Harga yang ditawarkan pun relative terjangkau, yaitu 100 s.d 200 ribu/hari. (SCTV, 22.03.2009)

---ooOoo---

Indonesia adalah negeri ambisi, khususnya untuk golongan tertentu, para elite politik, pemerintahan dan organisasi. Ambisi yang sering diartikulasikan sebagai cita-cita instant kekuasaan, misi tiba-tiba untuk kemakmuran dan rekayasa keberhasilan. Akibatnya –mohon maaf jika keliru- banyak keberhasilan yang diklaim pemerintah, pimpinan parpol dan organisasi HANYALAH KEBERHASILAN SEMU, REKAYASA yang mengelabui masyarakat. Akibatnya kita tidak mampu meng-counter tekanan yang datang menghantam keberhasilan semu tersebut. Lihat ekonomi kita yang amburadul pasca orde baru, masyarakay miskin yang meningkat (factual), meskipun secara administrative menurun, dll

.

Demikian juga dengan fenomena pemilu kita. Fenomena perebutan kekuasaan.

Semuanya serba semu. Rekayasa dukungan rakyat, klaim keberhasilan dan ambisi instan untuk menjadi penguasa negeri dan pemimpin wilayah. Mereka mengabaikan tangga struktural, pengkaderan dan pendewasaan cita-cita.

.

Bagaimana akibatnya?

Banyak dari mereka yang depresi dan ‘kabur dari cita-cita’. Masih ingat kasus mantan calon bupati/walikota yang gagal lalu terganggu jiwanya. Sehingga keluar rumah hanya mengenakan –maaf—celana dalam saja.

.

Ingat juga kah dengan kasus mantan pejabat DPRD di salah satu wilayah Jawa Barat yang harus menaiki tower pemancar untuk menarik perhatian (atau mungkin depresi), karena gagal dan tidak termasuk dalam daftar caleg lagi? Dan masih banyak lagi kasus yang tidak terungkap media.

.

RS Jiwa Surakarta menangkap fenomena ini dengan menyediakan ruang khusus untuk pasien depresi para caleg 2009. Kecerdasan bisnis atau antisipasi membludaknya pasien? Hehehehe

.

Rekans kompasiana, mohon maaf jika dalam tulisan ini dan tulisan2 sebelumnya saya jarang membalas komentar, karena penggunaan internet di kantor hanya diperbolehkan dan di setting sebelum pk. 08.00 wib....setelah itu

.

Salam ukhuwah

elha

.

www.jangankedip.blogspot.com

HP. 021-92900184

Baca Selengkapnya......

Senin, 16 Maret 2009

MENGAPA WANITA BERSELINGKUH…part1

MENGAPA WANITA BERSELINGKUH…part1

By elha 09122008

Hasil penelitian yang dilakukan “Frontier” menunjukkan bahwa 4 dari 5 eksekutif melakukan penyelewengan atau perselingkuhan. Sedangkan hasil penelitian untuk wanita adalah 2 dari 5 wanita bekerja yang disurvai pernah terlibat perselingkuhan sampai tahapan berhubungan intim (zina/making love). (SWA 20/XVI/5-18 Oktober 2000).

.

Hal yang relatif sama diungkapkan oleh salah seorang dokter yang sering tampil di TV. Ia mengakui bahwa tingkat perselingkuhan di kalangan orang bekerja lebih tinggi. Dokter ini menyitir dari sebuah survei yang dilakukan di Jakarta, diperoleh data bahwa 2 dari 5 wanita bekerja yang disurvai pernah terlibat perselingkuhan sampai tahapan berhubungan intim (zina/making love). Sementara itu, di kalangan pria bekerja didapatkan data bahwa 4 dari 5 pria yang disurvei pernah berselingkuh hingga tahapan zina....--hanya pria yang disurvei aja loch--

.

Asytagfirullahal’azhiim. Benarkah 2 dari 5 wanita karir dan 4 dari 5 pria bekerja pernah berselingkuh (‘maaf’hingga making love)….??? Entah sample mana yang diambil dan apakah sample tsb benar-benar mewakili populasi yang ada. Ataukah sample yang digunakan Frontier hanya untuk kota, daerah atau wilayah tertentu. Wallahu’alam. Namun siapapun obyek survei-nya, fenomena ini perlu menjadi perhatian kita semua.

.

Tanpa perlu mendebat latar belakang penelitian yang dilakukan Frontier, tahapan pemilihan sample dan proses penelitiannya, data tsb sungguh mencengangkan. Ada apa dengan masyarakat Indonesia yang ‘konon’ religius, berbudaya timur yang santun, sopan dan memiliki jiwa ‘ewuh pakewuh’?? Adakah pengaruh stigma metropolis telah menjalar dalam kalbu penduduknya, sehingga selingkuh sudah disetarakan sebagai ‘maaf’ budaya ketimbang sesuatu yang tabu?? Mengapa wanita Indoensia juga terlibat aktif dalam perselingkuhan itu? Aktif karena dapat menjadi pemeran utama…….

.

Bagaimana mencegahnya…???? Yuukkk Kita traser bersama….!!!!!

.

Dalam majalah Swa dituliskan kisah sbb

[Mira (bukan nama sebenarnya), 35 tahun, periset di lembaga riset pemasaran terkemuka, yang sedang dalam situasi kecanduan seks. Awalnya, diakui Mira, ia dan pria pasangan intimnya—kebetulan atasannya—sering bersama-sama bertugas ke luar kota. “Karena saking kulino dan merasa kesepian, maka kami melakukannya.” Akhirnya, Mira merasa seks bak candu yang membuatnya ketagihan hingga merasa perlu mempunyai dua pasangan tetap, seorang sudah berkeluarga dan seorang lagi masih bujangan……]

.

Menurut Entin Supriati, kontributor Inilah.Com, alasan wanita berselingkuh itu beragam. Karena romantis-me, kebersamaan, lebih aman, nyaman, dan tentu saja seks. Artinya perselingkuhan yang dilakukan wanita bukan di dominasi oleh masalah seks, namun lebih kepada problematika hubungan yang harmonis, ke-intim-an dan hal lainnya yang terjadi dalam rumah tangga. Meski muara akhirnya adalah seksualitas (merujuk penelitian Frontier diatas)

.

Sementara dalam penelitian yang lain dikatakan bahwa perselingkuhan yang dilakukan wanita disebabkan karena ‘sakit hati’ / membalas perselingkuhan pria, kurang dihargai, hubungan rumah tangga yang kurang harmonis, individualis / ingin meningkatkan rasa PeDe dan kurangnya kualitas/kuantitas seks.

.

Bila kita ingin menghindari adanya kemungkinan perselingkuhan yang (akan) dilakukan isteri kita, maka akan lebih bijak jika kita mengetahui terlebih dahulu alasan mendasar perselingkuhan seorang isteri dan kiat-kiat pencegahannya….

.

Membalas perselingkuhan sang pria

Sakit hati akibat suami berselingkuh sebenarnya merupakan alasan yang sulit di terima akal sehat. Namun alasan ini cukup dominan menghiasi latar berlakang perselingkuhan seoang wanita (baca : isteri). Bila suami yang terbukti melakukan selingkuh kemudian dibalas dengan perselingkuhan yang sama oleh isteri, maka keretakan dan kehancuran rumah tangga sesungguhnya tinggal menunggu waktu.

.

Kalau hal itu benar terjadi, kerugian bukan hanya milik sang isteri, namun juga merambah kepada suami, keluarga suami dan keluarga isteri. Dan yang sangat terpukul secara psikologis dalam hal ini adalah anak (jika sudah memiliki)

.


Merasa Terabaikan

Wanita memiliki rasa dan jiwa yang lebih sensitive ketimbang pria. Perasaan di tinggalkan, tak dihargai, diabaikan dan diposisikan antara ada dan tiada, merupakan salah satu faktor pendorong wanita berselingkuh.

Alasan yang dikemukakan adalah mencari pria lain yang lebih bisa menghargai dirinya , mencari figur yang lebih tepat dan ingin dianggap sebagai seorang isteri (baca : wanita) yang mampu menghibur suami

.

Bersambung……ke part2

Slm ukhuwah elha

www.jangankedip.blogspot.com

abilukman@yahoo.co.id

HP : 021-92900184


Baca Selengkapnya......

Selasa, 17 Februari 2009

PARTAI CARI MUKA

PARTAI CARI MUKA

By elha 12.02.2009

Partai pilihan rakyat…Caleg peduli rakyat…Pilih No. 53 yang terbukti anti korupsi dan tanggap bencana…contreng No. 62, PAPA-nya ARTIS … Partai Main Mata berjuang bersama rakyat (kapan Pak??)…bla..bla...hehehe Mana ya partai & caleg jual program utk rakyat....???

---ooOoo---

Menjelang pemilu 9 April 2009, partai politik (parpol) dan calon anggota legislatif (caleg) saling mengumbar klaim. Mereka laksana pedagang kaki lima yang sedang mengobral dagangannya. “sepuluh ribu tiga……sepuluh ribu tiga…” “sayang anak…sayang anak”

Parpol satu merasa lebih baik dari yang lain. Caleg yang satu ‘katanya’ lebih peduli ketimbang caleg lainnya. Mereka mengklaim mewakili rakyat. Selalu mengatas namakan rakyat. Menggambarkan seolah-olah rakyat sepenuh hati berada dalam barisan mereka. Benarkah?? Mari kita telaah bersama.

Pendiri parpol yang dilupakan (?)

Ketika berkunjung ke Kota Tangerang, aku bertemu dengan seorang Ibu tua. Umi, demikian Ibu tua itu biasa dipanggil. Dia bercerita kalau anak tertuanya adalah salah satu pendiri parpol berbasis agama di daerahnya. Konon, sampai saat ini, alamat rumahnya masih tercantum di DPP sebagai rujukan informasi parpol tersebut di wilayah Tangerang. Dan memang, aku melihat banyak atribut parpol berbasis agama di dalam rumahnya, termasuk arsip dan pernik-pernik lainnya.

Pernah satu ketika, entah karena kesalahan administrative dan atau karena salah prosedur atau alasan lainnya, si anak berurusan dengan pihak berwajib. Namun hal itu tidak membuatnya jera dalam membesarkan partai yang di’bidaninya’ di kampung halaman itu. Teman seperjuangannya ada yang sudah menikmati ‘empuknya’ kursi legislatif. Namun dia dan keluarganya tetap bekerja untuk partainya.

Masalah baru muncul ketika dia memperjuangkan nasib kaum buruh yang berakibat pada ‘PHK’. Saat itu konon karib koleganya seperti sembunyi. Bahkan sang ‘Legislatif’ seperti tidak pernah mengenalnya. Ekonomi keluarga yang sebelumnya memang kekurangan menjadi semakin terbenam.

“Umi sih bukan pengen di Tanya…” kata ibu tua tersebut nelangsa, mengomentari ulah ‘sang legislatif’

“Tapi dulu dia kan sering tidur-tiduran di sini, sama-sama untuk partai…Sekarang mah udah enak. Lupa kali ama umi mah” tambahnya dengan logat Tangerang-nya yang kental.

—mhn maaf kalau redaksi tidak persis sama dengan yang diucapkan. Tapi Insya Allah maknanya sudah sesuai--

Peristiwa diatas adalah kisah nyata. Realita yang ada. Apakah ini hanya satu-satunya kisah..? wallahu’alam.

---ooOoo---

Semua parpol sepakat bahwa kesejahteraan rakyat adalah tujuan utama perjuangannya (HU Pelita, Kamis, 12 februari 2009, http://www.hupelita.com/). Setiap parpol mengklaim bahwa mereka adalah pengabdi rakyat yang berjuang untuk rakyat. Bahkan mereka tak segan untuk mengatakan sebagai ‘pelayan’ rakyat.

Tafsir benderang atas semua pernyataan tersebut adalah bahwa rakyat pemilik sejati demokrasi. Karenanya rakyat pula yang menjadi pemegang saham terbesar parpol. Setoran utama parpol terhadap rakyat adalah kesejahteraan. Dan ini diakui secara riel oleh para petinggi parpokl tersebut, seperti dikutip HU Pelita OnLine http://www.hupelita.com

Namun menelaah peristiwa diatas, kita perlu menganalisa kembali pernyataan-pernyataan pengurus parpol (politisi) mengenai makna kesejahteraan rakyat. Dalam UU No. 6 tahun 1974 Kesejahteraan didefinisikan adalah kemampuan individu (rakyat) dalam memiliki faktor-faktor material. Artinya rakyat memiliki daya beli untuk mendapatkan sesuatu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Atau dalam bahasa yang lebih sederhana sejahtera adalah keluar dari garis kemiskinan.

Kemiskinan itu sendiri memiliki kriteria sebagai berikut (BPS, 2006) :

1. Kategori sangat miskin yakni yang mempunyai penghasilan Rp120 ribu/bulan, intake energi makan sehari 1900 K kal,

2. Miskin yang mempunyai penghasilan 150 ribu/bulan, intake energi makan sehari 2100 K kal, dan

3. Hampir miskin yang mempunyai penghasilan 175 ribu/bulan, intake energi makan sehari 2300 K kal

Michael P. Todaro dalam Economic Development in the Third World (1989) menyatakan, "biasanya gejala kemiskinan absolut pada suatu lokasi dapat diukur dari proporsi penduduk yang hidup di bawah tingkat pendapatan minimum yang telah ditentukan (adequate standards of living)".

à adequate standards of living dapat diasumsikan dengan Upah Minimum Regional/Provinsi/Kabupaten, yaitu antara Rp. 650 ribu – Rp. 1 juta/bulan.

Artinya masyarakat dengan kategori tersebut adalah lahan garapan parpol. Ladang perjuangan anggota legislative, pemerintah dan para caleg. Jika semua itu dijalankan dengan baik dan tepat sasaran, peristiwa diatas, dimana pendiri parpol berbasis agama seolah ternafikan, tidak akan pernah terjadi.

Mungkin peristiwa di atas hanya segelintir kisah dibandingkan dengan keberhasilan parpol membangun fondasi ekonomi dan politik bangsa ini. Atau mungkin itu hanya ulah ‘oknum’ elite politik yang mencoba mengaburkan keberhasilan parpol, legislative dan pemerintah.

‘Oknum’ digambarkan oleh Joel Hellman (World Politics, 1998) sbb : Mereka yang berhasil merebut kekuasaan demokratis dari rezim otoriter dan selanjutnya membelokkan agenda demokratisasi. Mereka adalah pemenang di awal reformasi, di tengah mereka memutar haluan. Mereka berhasil membangun legitimasi atas kekuasaannya, selanjutnya mereka berkhianat. Di awal reformasi, mereka tampil sebagai pembela demokrasi. Setelah rezim otoriter tumbang, mereka menghalangi konsolidasi demokrasi.

Mereka yang dimaksud adalah para oknum yang dengan sengaja atau karena ketidak tahuannya mengubah dan membelokkan arah reformasi. Yang mengaburkan makna demokrasi, sehingga mengorbankan rakyat dan kesejahteraan rakyat. Mereka mengotori perjuangan para partai politik dan menggerus keberhasilan pembangungan ekonomi, politik dan budaya yang telah disumbangkan oleh pemerintah.

Oknum tersebut adalah para Partai Cari Muka. Parpol yang hanya muncul menjelang pemilu. Yang tidur ketika rakyat membutuhkan. Yang tak menoleh ketika rakyat memanggil. Yang mencari keuntungan di parlemen. Yang mencoba membocorkan anggaran pemerintah. Yang men-catut dana untuk rakyat.

Mereka, para oknum tersebut, layak mendapat ‘bintang’ sebagai pengkhianat rakyat. Mereka wajib dikeluarkan dari struktur legislative dan di diskualifikasi dari daftar caleg (DCT). Karena sejatinya mereka adalah debu yang mengotori kursi pembangunan pemerintah. Yang menjadi benalu bagi pembangunan politik dan demokrasi parpol.

Selamat menunaikan pesta demokrasi.

Pilihlah Parpol dan Caleg yang benar-benar terbukti membela kebenaran. Yang berjuang demi keadilan dan kerakyatan. Hati-hati dengan caleg yang hanya menebar janji, memberikan imbalan materi (uang) untuk meraup suara dan mereka yang alergi melakukan kontrak politik formal.

Bravo Indonesia. Salam Demokrasi

elha 12022009




Baca Selengkapnya......

Senin, 09 Februari 2009

Valentine's Day ….CINTA SEJATI ATAU KORBAN BISNIS

Valentine's Day ….CINTA SEJATI ATAU hanya KORBAN BISNIS
by elha 12.02.2007 (dari berbagai sumber)

Setangkai bunga merah ia letakkan di atas dadanya, seraya senyum dia ber-ujar, “Happy Valentine……”
Loch kok bunga merah….iya donk. Wong nuansa Valentine aja Merah Muda. Pink kata orang Jawa….

Sebenarnya APA SEEH VALENDTINE’S DAY itu…..???
Banyak versi dengan beragam pernik, sehingga sulit mengatakan yang satu lebih benar dari yang lain….

Dr. Rebecca Brown dalam The International Best Seller, cetakan ke 501 tahun 2006, menulis “Bebas dari Cengkeraman Setan oleh Dr.Rebecca Brown”

Isinya :
Bahwa sesungguhnya di Amerika ada 17 hari raya dan salah satunya adalah Valentine Day atau kaum remaja lebih kenal dengan istilah Hari Kasih Sayang sebagai ungkapan rasa cinta...

Valentine Day dikembangkan oleh pemimpin Gereje Setan di Amerika (Lucifer = iblis = setan) dengan sasaran utama kaum remaja di seluruh dunia (berarti semua remaja dari berbagai agama didunia)

yang mana mereka tidak mempunyai gedung gereja menetap, melainkan mereka selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya karena Gereja ini sudah dilarang oleh pemerintah federal karena ajarannya yang sangat menyesatkan namun berkembang sangat pesat... Para pengikut gereja setan menyebutkan dirinya dengan The Brother Hood (untuk kaum pria) dan Sister and Life (untuk kaum wanita)....

Kok Sereem ya….emang gak ada kisah yang lain….Easy. Ada kok.

Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya
Claudius II melihat St.Valentine mengajak manusia kepada agama nashrani lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya.

Namun agama Nasrani sendiri tidak pernah menyebut Valentine’s day (Hari valentine) sebagai Hari Raya agama mereka.


Lalu APA SEEH VALENTINE ITU
Dalam era modern Valetine Days sudah beralih dari issue Gereja centris ke issue drama percintaan dan kasih sayang anak muda dan remaja yang keranjingan cinta. Makanya nuansanya pun diubah. Tidak lagi klasik melainkan serba PINK. Dengan symbol hati (love) berwarna merah atau sayap burung… for : When every foul cometh ther to choose his mate

Di Amerika sendiri Hari Valentine baru dikenal pada tahun pertengahan abad 19, ketika mereka mengimpornya dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi Amerika. Nah, sebagai negara pedagang, Amerika mulai mencetak kartu ucapan, sebagai bentuk ungkapan cinta. Maklum pedagang….semua mulai dibisnis-in.

Di Indonesia, Hari valentine selalu dikaitkan dengan karakter ‘khas anak muda/remaja Indonesia’ yang cenderung konsumtif. Budaya ini cenderung populer karena melibatkan banyak pihak. Terutama anak muda dan remaja yang masih mencari identitas diri dan kalangan indistri yang melihat mereka sebagai pasar potensial.
 So, lihatlah di mall, swalayan, pertokoan, hotel, setasiun tv, radio, dll….isinya kotak coklat, boneka, perhiasan, berbie……

The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

KESIMPULAN
Dari uraian diatas, bolehlah kita menyimpulkan bahwa Valentine’s Day bukanlah hari raya, baik bagi kalangan Islam ataupun kaum Nasrani.

Lalu mengapa jadi demikian popular, wah dan heboohhh nian. Tak lain dan tak bukan karena kepentingan bisnis. Coba liat, pihak mana yang paling giat mem-promosikan Valentine’s Day kalau bukan para bisnisman. Atau setidaknya sayap-sayap bisnis mereka seperti mall-mall, swalayan , stasiun tv, radio, dll.

So, masihkah kita ingin menjadi OBYEK DARI BISNIS ORANG LAIN….menjadi Sandera yang di ‘SERBU’ oleh barang-barang konsumtif ala Valentine’s Day….

Semua berpulang pada hati nurani masing-masing.

Selanjutnya : Valentine’s Days dari sudut pandang Islam.

Slm ukhuwah – slm Cinta
elha


Referensi
1. Dr. Rebecca Brown, The International Best Seller, cetakan ke 501 tahun 2006
2. Wikipedia
3. Artikel lain tentang Valentine’s Day


Baca Selengkapnya......

Senin, 03 November 2008

SELINGKUH…JAKARTA UNDERCOVER

SELINGKUH…JAKARTA UNDERCOVER..(by elha 15.11.2006)

Ubadah ibnush Shamit ra mengatakan bahwa Nabi SAW merasa sedih dan wajahnya tampak kusam ketika beliau menerima wahyu tentang hukuman zina. Pada suatu hari beliau menerima wahyu, lalu tampak seperti itu. Setelah beliau ceria beliau bersabda, “Laksanakan ajaranku! Sungguh Allah telah menetapkan hukuman bagi para pezina. Yaitu, pezina yang sama-sama sudah kawin dan pezina yang sama-sama belum kawin. Pezina yang sudah kawin dicambuk seratus kali lalu dirajam dengan batu; pezina yang belum kawin dicambuk seratus kali lau dipenjara satu tahun”

Ba’da sholat jum’at kemarin, tgl. 10.11.2006, saya sengaja makan dipinggiran jalan Sabang (Wahid Hasyim), yang dekat dengan kantor saya bilangan Jl. MH. Thamrin. Bukan karena alasan politik, tapi lebih mengena dengan alasan ekonomi. Maklum perbekalan sudah mulai mengering.

Sekumpulan wanita, berusia antara 20 – 26 tahun (menurut perkiraan saya loch), asyik bercengkerama di samping kanan saya. Mereka begitu riang. Nada bicaranya yang renyah (emangnya hartz chicken), empuk dan penuh canda menandakan bila mereka tidak dalam keadaan bersedih.

Namun kemudian saya agak terkejut ketika salah seorang dari mereka mengatakan bahwa dia siap selingkuh, tapi dengan syarat tertentu (sambil menyebut syarat tersebut). SELINGKUH…??? LOCH APAKAH MEREKA SUDAH MENIKAH….???
Dari dandanannya kemudian saya menyimpulkan bila mereka adalah wanita yang membantu atau bersedia diajak oleh para lelaki/suami untuk melakukan perselingkuhan. Tentunya dengan kompensasi tertentu. Makanya salah satu diantara mereka mengajukan syarat tertentu.



Yah, Jakarta memang kota metropolitan. Segala bentuk, segala rupa dan aneka ragam kehidupan manusia ada dikota ini. Kamuflase kehidupan, fatamorgana kebahagiaan hingga fakta perselingkuhan ada di depan mata. Dan layaknya pengusaha yang mumpuni, wanita-wanita muda tadi mampu mememanfaat celah peluang/opportunity tersebut. kicauan kaum adam yang ingin melakukan perbedaan ekspresi ‘bercinta’ disambut dengan aroma dan warna-warni kumtum bunga dengan kelopak yang lumayan merekah.

Tapi mengapa para wanita itu mengenakan pakaian supermarket/swalayan/spg tertentu. Mungkin itu hanya kamuflase, hanya kepompong ulat sutera.

Masya’ Allah. Asytaghfirullahal’ahim. Ampuni hambaMU ini Yaa Allah. Hamba belum mampu untuk ikut berbuat menahan mereka meskipun secara kasat mata ada didepan hamba Yaa Allah.

Yaa Allah hambaMU ini tidak mampu mengamalkan QULIL HAQQO WALAU KANAA MURRON…

Dalam salah satu riwayat hadits disebutkan bahwa jika perbuatan zina sudah dilakukan secara terang-terangan, maka akan datang suatu penyakit yang tidak ada obatnya.
Apakah keceriaan para wanita yang ikut membantu kaum laki-laki berselingkuh sudah termasuk dalam perbuatan zina secara terang-terangan….???? Apakah penyakit HIV?AIDS termasuk juga dalam penyakit yang disebut Rasulullah tersebut sebagai akibat dari zina secara terang-terangan itu…???

Jika semua itu sudah terjadi, kaum feminis, kaum sekuler dan liberal rame-rame membuat aksi (simpatik???) untuk melindungi masyarakat dari HIV/AIDS dan pembinaan bagi penderita HIV/AIDS yang terus bertambah setiap saat.
Motto penanggulangan HIV/AIDS kemudian adalah (salah satunya) ‘jangan melakukan sex beganti-ganti pasangan’.

Islam mengatakan bila seorang Isteri laksana lahan/sawah bagi suaminya. Sedangkan seorang suami juga laksana lahan/sawah bagi isteri (-istrinya). Maka baik isteri/suami dapat saling bercocok tanam.
Dalam bahasa yang indah, Islam mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya kita menyalurkan hasrat sexual. Sex itu memiliki makna suci, maka harus dipergunakan dengan suci pula. Bukan pelampiasan hawa nafsu. Bukan pula untuk mencari sensasi perbedaan dalam melakukan hubungan suami isteri.
.
Maknanya, secara implicit dikatakan bila belum memiliki suami/isteri, atau belum ada ikatan (akad) syah suami isteri, mbok ya jangan melakukan hubungan suami-isteri dulu. Kan sudah jelas ‘Hubungan Suami-Isteri’, berarti oleh suami kepada isterinya-atau oleh isteri kepada suaminya. Loch, kenapa yang bukan isterinya atau bukan suaminya ngelakuin perbuatan suami-isteri.

Adakah dari mereka itu keluarga kita, saudara-saudara kita, tetangga-tetangga kita, kerabat kita atau teman-teman terdekat/akrab kita…???
“JAGALAH DIRIMU DAN KELUARGA DARI SIKSA API NERAKA…”
“SETIAP KAMU ADALAH PEMIMPIN. DAN SETIAP PEMIMPIN AKAN DITANYA TENTANG KEPEMIMPINANNYA”

Wallahu’alam bishowab

salam ukhuwah elha

Baca Selengkapnya......

Minggu, 02 November 2008

PESURUH JUGA MANUSIA…ADA APA??

PESURUH JUGA MANUSIA…PUNYA RASA & HATI…by elha 15.11.2006
.
Seorang pesuruh salah satu perusahaan bercerita (dan sedikit berkeluh kesah).
“Pak….kalau nyuruh begitu yaa” katanya.
Lalu di amenceritakan bila dia disuruh oleh salah satu pegawai. Dia diminta untuk membersihkan sepatu pegawai tersebut, karena ‘sang’ pegawai akan pergi ke hotel
.
.
Kisah yang keluh namun juga menimbulkan tanda Tanya lumayan besar. Demikian sibuk kah ‘sang’ pegawai hingga dia tidak sempat membersihkan sepatunya sendiri…?? Atau demikian burukkah pekerjaan (menolong) membersihkan sepatu pegawai, sehingga seorang pesuruh pun terasa enggan melakukannya…??? atau feodalisme sudah merasuki jiwa si pegawai???


.
Dalam salah satu hadits tentang Budak (hamba sahaya yang belum dimerdekakan), diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda, “Apabila seseorang dibuatkan makanan oleh pelayannya lalu disuguhkannya (yang pelayan tersebut merasakan panas & asapnya), maka hendaklah dia mengajak pelayannya duduk dan makan bersama. Apabila makanannya hanya sedikit, maka berikan sesuap atau dua suap kepada pelayan (pembantu) itu.”
.
Subhanallah. Demikian besar perhatian Rasul kepada orang kecil, hatta seorang budak pun diberikan hak untuk diduduk bersama tuannya, meskipun hanya untuk mencicipi makanan bersama. Apalagi makanan itu dibuat oleh sang budak/pelayan/pembantu, yang dia merasakan bagaimana beratnya, panasnya dan (aroma) nikmat makan yang dibuat/dibelikannya.
.
Lalu mengapa kita sering kali menganggap keberadaan mereka (para wong cilik/pembantu/pelayan) hanya sebagai pesuruh yang memiliki hak hanya untuk disuruh..??? jika haknya saja kita batasi hanya sebagai yang disuruh, bagaimana pula dengan kewajibannya…PASTI DIPASUNG HANYA UNTUK MELAYANI SURUHAN/PERINTAH….
.
Saya yakin kita semua pernah mendengar bagaimana Rasulullah menjahit sendiri pakaian beliau yang sobek, meskipun beliau memiliki budak hasil hibah/pemberian dari sahabat. Tetapi beliau memperlakukan sang budak seperti Anak/putera beliau sendiri. Bahkan dalam riwayat budak tersebut enggan dibebaskan/dimerdekakan, karena budak itu begitu kerasan tinggal dirumah Rasulullah yang sempit dan jarang terdapat makanan.
.
Pesuruh/pelayan/pembantu…(saat ini budak di Indonesia, Insya’ Allah tidak ada), adalah juga manusia. Mereka memiliki indera yang sama dengan kita. Perasaan yang (setidaknya) mirip dengan kita….mereka punya keinginan, mereka punya cita-cita, punya juga ingin diperlakukan layaknya keinginan kita untuk disejahterakan oleh perusahaan.
.
Saya berharap semua keluh kesah sang pekerja (maaf berat sekarang saya mengatakan pesuruh) hanya karena perasaannya yang lagi bete. Atau permintaan dari si pegawai karena waktu yang mendesak atau karena sesuatu dengan asalan logis yang kita sendiri belum tahu.
.
Wallahu’alam bishowab.
.
salam ukhuwah ELHA

Baca Selengkapnya......

Jumat, 15 Agustus 2008

“AKU INGIN MEMBELI WAKTU AYAH??”

“AKU INGIN MEMBELI WAKTU AYAH??”
By : k. elha 12.01.2006 (fr.dadan)

"Aku mau ajak Ayah main ular tangga. 1/2 jam aja. kalau Ayah sibuk & waktu Ayah dihargai 1 jam = Rp. 40.000,-. AKu mau beli waktu ayah. Tapi tabunganku cuma Rp. 15.000,- kurang Rp. 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah.." kata Ikhsan polos sambil menangis
Rudi terdiam dan terpana


---ooOoo---

Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemukadi Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Ikhsan, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Ikhsan memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Ikhsan menjawab, "Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?"

"Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?"
"Ah,enggak. Pengen tahu aja."
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hariAyah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulanrata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?"

Ikhsan berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Ikhsan berlari mengikutinya.

"Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong," katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Rudi.
Tetapi Ikhsan tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Ikhsan kembali bertanya, "Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah."

"Tapi, Ayah..."
Kesabaran Rudi habis.
"Ayah bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Ikhsan. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Ikhsan di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Ikhsan didapatinya sedang terisak-isakpelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata,
"Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Ikhsan. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan bisa. Jangankan Rp5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih."
"Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini."

"Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Rudi lembut.
"Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga.Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-,maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-.Makanya aku mau pinjam dari Ayah," kata Ikhsan polos.

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.


Salam ukhuwah elha

Baca Selengkapnya......