Selasa, 14 April 2009

GENITNYA POLITIK GOLKAR

GENITNYA POLITIK GOLKAR

by elha – pengamat politik pinggiran

.

Lirikan mata Golkar laksana wanita genit yang mencari pria tampan. Satu pria menjadi idaman. Tapi ketika ada pria yang lebih mapan datang, Golkar segera berpaling dan mendekati pria mapan tersebut.

---ooOoo---

.

Tahu kan artinya Genit? Genit itu suka menggoda. Suka curi-curi pandang. ’demen’ lirik sana lirik sini. Ya mirip – mirip ama kata centil lah....hehehe.

Kalo Politik Genit apa? Yaa kira-kira Geliat politik yang mencari pasangan main yang asyik, enjoyable dan sesuai kepentingannya. Gak peduli ’selingkuh’ politik, pacaran politik ataupun putus cinta politik.

.

Yuukkk kita telusuri bareng-bareng...

.

Ceritanya gini. Ketika jiwa opisisi PDIP tampak ke permukaan. Kebijakan – kebijakan pemerintah, termasuk pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dikomentari dengan pandangan yang agak gimana gicuu....pokoke gak bagus lah. Bagaimana sikap Golkar? Sebagai bagian dari pemerintah sekaligus pencetus BLT, seharusnya Golkar mengcounter secara politik. Kanyataannya, Golkar justru bermesraan dengan PDIP. Sejarahnya mereka memadu kasih di Medan. Dilanjurkan di Palembang dst. Mesranya Merah-Kuning menjadi headline berita nasional. Dominasi Surya Paloh dan Taufik Kiemas. Golkar berpacaran dengan Oposisi.

.

Setelah memadu cinta dengan PDIP, Golkar tersentak dengan sleading tackle cantik Ahmad Mubarok. Peristiwa itu disambut emosi oleh politisi Golkar. Mereka mulai mengutak atik hubungannya dengan Partai Demokrat. Pisah adalah salah satu alternatif, karena Golkar adalah Parai besar yang sangat layak mengajukan capres sendiri. Kegenitan Golkar di ’goda’ oleh Parpol lain.. Gayungpun bersambut, pertemuan Makassar menghasilkan kesepakatan bahwa mayoritas DPD Golkar meminta Jusuf kalla (JK) bersedia maju sebagai capres. Tokoh Golkar lain seperti Surya Paloh, Burhanuddin napitupulu dll juga mendesak agar JK mendeklarasikan pen-capres-annya. Desakan tsb mengubur suara nurani realistis yang datang dari Sekjend Golkar dan Penasehat Golkar (Prof. Muladi). Perlahan namun pasti, JK menerima pinangan itu. Pernyataan kesediaan sebagai Capres beberapa kali di lontarkan dalam berbagai forum. Termasuk melirik PKS sebagai calon pendamping. Kegenitan Golkar terperangkap permainan politik partai lain.

.

Nah Quick Qount berbagai lembaga Survey menempatkan Partai Demokrat sebagai pemenang dan posisi Golkar berada di urutan kedua atau ketiga, jiwa Genit Golkar kembali terlihat. Dengan malu – malu Golkar menyatakan bahwa perhitungan resmi pemilu (KPU) belum selesai. Hasil Quick Qount belum bisa dijadikan patokan. Tapi dari pernyataan politik SBY, diketahui bahwa JK mengucapkan selamat kepada Sby dan Demokrat yang dinyatakan sebagai pemenang (dari hasil quick qount). Golkar mengalihkan lirikan politik.

.

Baru deh saat Sby menyatakan bahwa pasangannya sebagai Capres-Cawapres bisa JK juga bisa bukan JK. Koalisi juga masih terbuka. Golkarpun segera menyambut dengan genit-genit manja. Firman Subagyo, fungsionaris partai Golkar terlihat begitu mesra dan saling dukung pernyataan dalam satu dialog di TV One (TV One, 13/04/2009). Tidak ada yang bercerai dan tidak ada yang rujuk. Kata mereka berdua. Yang ada adalah kebersamaan.

Golkar berhasil mencuri cinta sang pangeran cinta Partai Demokrat.

.

Tidak hanya sampai disitu, JK secara pribadi kemudian bertemu dengan Sby di Cikeas (13/04/2009). Sinyalemen dan kemungkinan kolaisi kembali? Wallahu’alam.

.

Dalam politik tidak ada kawan yang abadi, yang ada adalah kepentingan abadi. The politic tend to power. The Power is the Aid.

.

Pertnyaan pentingnya adalah, Genitnya politik Golkar karena keberhasilan Golkar atau kemenangan Politik Demokrat? Silakan ditafsirkan sesuai hati nurani.

.

Salam demokrasi – sala ukhuwah

elha 14.04.2009

www.jangankedip.blogspot.com




Baca Selengkapnya......

Senin, 06 April 2009

RAME – RAME ‘MEMPERMAINKAN’ GOLKAR

RAME – RAME ‘MEMPERMAINKAN’ GOLKAR

By elha – pengamat politik pinggiran

..

Dengan kata lain, Golkar telah masuk dalam permainan politik parpol lain. Konsekuensi logis yang harus di terima Golkar sebagai parpol besar. Dan sulit untuk mundur dari gelanggang permainan.

---ooOoo---

Golkar adalah kekuatan politik besar yang selalu mewarnai kehidupan demokrasi Indonesia. Sejak Orde Baru hingga Reformasi, Golkar memenangkan tujuh dari delapan pemilu. Suatu prestasi yang sulit di raih oleh parpol manapun di dunia ini. Meskipun pemilu di masa orde baru sarat dengan rekayasa, namun Golkar berhasil menanamkan beneih keberhasilan pemerintah = keberhasilan golkar kepada akar massa rumput, khususnya PNS dan penduduk pedesaan.

.

Keberhasilan meraih suara terbanyak pada pemilu 2004 adalah bukti bahwa Golkar masih dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Wajar bila prestasi ini mengundang ’rasa iri’ parpol lain. Dalam iklim politik, keinginan untuk berkuasa adalah tujuan yang ’harus’ dicapai. Termasuk menurunkan ’sang pemenang’ dari tangga juara. Maka berbagai carapun di lakukan oleh lawan – lawan politik Golkar. Baik yang tersembunyi maupun yang terang – terangan.

.

Sayangnya ’pusara’ Golkar sangat bergantung pada sosok ketua umum ataupun dewan pembina. Pada masa orde baru warna Golkar kental dengan cendana. Dewan Pembina jauh lebih berwibawa ketimbang ketua umum. Di orde Reformasi, sosok Akbar Tanjung berhasil membuat Golkar berkarakter, ulet dan tahan banting serta lepas dari pengaruh Cendana. Kini di bawah JK Golkar terlihat lebih agresif, cepat dan mampu menampilkan sifat leadership. Selain itu Golkar memiliki ’kelemahan’ yaitu militansi kader dan simpatisannya yang tidak sekuat PKS sedangkan tokoh – tokohnya tidak ada yang sekaliber Megawati di PDIP ataupun SBY di Partai Demokrat, sehingga mudah larut dalam irama politik. Apalagi di tubuh internal Golkar sendiri masih diwarnai oleh faksi-faksi tertentu, yang meskipun ditutupi tetap terlihat transparan.

.

Peristiwa terakhir dapat kita lihat betapa emosionalnya kader-kader Golkar bereaksi atas pernyataan diplomatis Ahmad Mubarok dari Demokrat.

.

Kondisi tsb secara politik dimanfaatkan oleh kompetitor. Bukankah Politik itu Tend to Power. Apapun caranya. Mulai dari isu koalisi. Wacana Golkar harus maju sebagai Presiden (istilah elha One Party One President). Golden Triangle. Desakan koalisi Nasionalis murni (Golkar-PDIP), Koalisi Islam – Nasionalis dengan Golkar sebagai leader dan berbagai ritme politik lainnya. Sekali lagi, sayangnya semua wacana ini bukan bersumber dari Golkar. Dengan kata lain, Golkar telah masuk dalam permainan politik parpol lain. Konsekuensi logis yang harus di terima Golkar sebagai parpol besar. Dan sulit untuk mundur dari gelanggang permainan.

.

Yang harus diwaspadai oleh Golkar saat ini adalah permainan di dalam internal Golkar sendiri, yaitu persaingan antar faksi. Bila tidak diterapkan Manajemen Konflik dengan baik, Golkar akan kehilangan segalanya. Kekalahan dalam kompetisi pemilu, kekalahan dalam pilpres dan kegagalan kaderisasi. Semua tentu Mahfum, posisi ketua umum Golkar adalah jaminan masa depan. Faksi mana yang tidak tertarik menempatkan kadernya sebagai pemimpin.

.

Semoga Golkar dapat mengelola semua ini dengan baik. Terlebih waktu pelaksanaan pemilu yang tinggal dua hari lagi. Semoga JK dapat mengantisipasi keadaan layaknya pengusaha yang menciptakan peluang – peluang. Selamat ber-pemilu. Selamat berdemokrasi.

.

Salam demokrasi

elha – pengamat politik pinggiran

www.jangankedip.blogspot.com




Baca Selengkapnya......

Senin, 30 Maret 2009

SITU GINTUNG : HIKMAH ATAU KELALAIAN

SITU GINTUNG : HIKMAH ATAU KELALAIAN

By elha (pengamat sosial pinggiran) 30.03.2009

Tidak ada kalimat yang paling tepat selain Innalillahi wainnailaihi roji’un.

s.d kemarin sore tgl. 29.03.2009, jumlah korban meninggal mencapai 97 orang, 102 berstatus hilang dan puluhan rumah hancur......

.

Tidak ada yang menyangka, kehidupan di sekitar Situ Gintung yang damai, tenteram dan merupakan obyek wisata di wilayah (pinggiran) Jakarta berubah menjadi petaka ’Tsunami’ dalam sekejap. Masya’ Allah....

.

Ketangakasan dan kebersamaan masyarakat Indonesia dalam membantu saudaranya yang terkena musibah patut di acungi dua jempol. Univ. Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan STIE Ahmad Dahlan, langsung mengubah kampusnya sebagai posko bencana. Bantuan makanan jangan di tanya, Posko Bencana hingga sulit menampungnya.....Subhanallah..

.

Sayangnya, bencana Situ Gintung tidak lepas dari kelihaian Parpol dalam meraih simpati. Mereka kabarnya ikut mendirikan posko bantuan, lengkap dengan atribut paspol dan no urutnya. (TV-One, Sabtu, 28.03.2009).

Jika Parpol tsb memang rajin membantu korban bencana, seperti PKS, tentu kita tidak mempesoalkan. Namun ketika mereka pura2 peduli hanya saat masa pemilu, Masya’ Allah......menjadikan korban sebagai media promosi.

.

-------ooOoo---------

Menilik lokasi bencana yanng tepat berada di bawah tampungan air Situ Gintung, Kita seakan tidak percaya kalau pemerintah tidak memberikan pengamanan thd Situ. Tanggul yang hanya terdiri dari tumpukan tanah yang dipadatkan sungguh2 rentan thd bahaya Tsunami’. Adakah hal sudah di lakukan kita semua?

.

Tidak ada yg perlu dipersalahkan. Tidak perlu juga saling mengklaik paling berjasa dan paling benar.

.

Bencana demi bencana datang melanda, ada apa dengan negeri kita? Sptnya kita perlu meresapi apa yg dilantunkan oleh Ebiet G. Ade dg syairnya...Mungkin alam sudah bosan bersabahat dengan kita.......

.

Mungkin saya telat dan buta informasi, ke rekg manakah jika kami ingin bergabung dengan Kompasiana dalam memberikan bantuan untuk membantu saudara2 kita di Situ Gintung??

.

Slm ukhuwah – slm duka

elha (pengamat sosial pinggiran)




Baca Selengkapnya......

Minggu, 22 Maret 2009

RS JIWA UNTUK CALEG...peluang bisnis?

RS JIWA UNTUK CALEG

By elha 23.03.2009

RS Jiwa Surakarta menyediakan ruang khusus pasien kejiwaan untuk para caleg 2009 yang depresi. Kamar-kamar di desain khsusus seperti layaknya kamar pribadi. Harga yang ditawarkan pun relative terjangkau, yaitu 100 s.d 200 ribu/hari. (SCTV, 22.03.2009)

---ooOoo---

Indonesia adalah negeri ambisi, khususnya untuk golongan tertentu, para elite politik, pemerintahan dan organisasi. Ambisi yang sering diartikulasikan sebagai cita-cita instant kekuasaan, misi tiba-tiba untuk kemakmuran dan rekayasa keberhasilan. Akibatnya –mohon maaf jika keliru- banyak keberhasilan yang diklaim pemerintah, pimpinan parpol dan organisasi HANYALAH KEBERHASILAN SEMU, REKAYASA yang mengelabui masyarakat. Akibatnya kita tidak mampu meng-counter tekanan yang datang menghantam keberhasilan semu tersebut. Lihat ekonomi kita yang amburadul pasca orde baru, masyarakay miskin yang meningkat (factual), meskipun secara administrative menurun, dll

.

Demikian juga dengan fenomena pemilu kita. Fenomena perebutan kekuasaan.

Semuanya serba semu. Rekayasa dukungan rakyat, klaim keberhasilan dan ambisi instan untuk menjadi penguasa negeri dan pemimpin wilayah. Mereka mengabaikan tangga struktural, pengkaderan dan pendewasaan cita-cita.

.

Bagaimana akibatnya?

Banyak dari mereka yang depresi dan ‘kabur dari cita-cita’. Masih ingat kasus mantan calon bupati/walikota yang gagal lalu terganggu jiwanya. Sehingga keluar rumah hanya mengenakan –maaf—celana dalam saja.

.

Ingat juga kah dengan kasus mantan pejabat DPRD di salah satu wilayah Jawa Barat yang harus menaiki tower pemancar untuk menarik perhatian (atau mungkin depresi), karena gagal dan tidak termasuk dalam daftar caleg lagi? Dan masih banyak lagi kasus yang tidak terungkap media.

.

RS Jiwa Surakarta menangkap fenomena ini dengan menyediakan ruang khusus untuk pasien depresi para caleg 2009. Kecerdasan bisnis atau antisipasi membludaknya pasien? Hehehehe

.

Rekans kompasiana, mohon maaf jika dalam tulisan ini dan tulisan2 sebelumnya saya jarang membalas komentar, karena penggunaan internet di kantor hanya diperbolehkan dan di setting sebelum pk. 08.00 wib....setelah itu

.

Salam ukhuwah

elha

.

www.jangankedip.blogspot.com

HP. 021-92900184

Baca Selengkapnya......

Senin, 16 Maret 2009

MENGAPA WANITA BERSELINGKUH…part1

MENGAPA WANITA BERSELINGKUH…part1

By elha 09122008

Hasil penelitian yang dilakukan “Frontier” menunjukkan bahwa 4 dari 5 eksekutif melakukan penyelewengan atau perselingkuhan. Sedangkan hasil penelitian untuk wanita adalah 2 dari 5 wanita bekerja yang disurvai pernah terlibat perselingkuhan sampai tahapan berhubungan intim (zina/making love). (SWA 20/XVI/5-18 Oktober 2000).

.

Hal yang relatif sama diungkapkan oleh salah seorang dokter yang sering tampil di TV. Ia mengakui bahwa tingkat perselingkuhan di kalangan orang bekerja lebih tinggi. Dokter ini menyitir dari sebuah survei yang dilakukan di Jakarta, diperoleh data bahwa 2 dari 5 wanita bekerja yang disurvai pernah terlibat perselingkuhan sampai tahapan berhubungan intim (zina/making love). Sementara itu, di kalangan pria bekerja didapatkan data bahwa 4 dari 5 pria yang disurvei pernah berselingkuh hingga tahapan zina....--hanya pria yang disurvei aja loch--

.

Asytagfirullahal’azhiim. Benarkah 2 dari 5 wanita karir dan 4 dari 5 pria bekerja pernah berselingkuh (‘maaf’hingga making love)….??? Entah sample mana yang diambil dan apakah sample tsb benar-benar mewakili populasi yang ada. Ataukah sample yang digunakan Frontier hanya untuk kota, daerah atau wilayah tertentu. Wallahu’alam. Namun siapapun obyek survei-nya, fenomena ini perlu menjadi perhatian kita semua.

.

Tanpa perlu mendebat latar belakang penelitian yang dilakukan Frontier, tahapan pemilihan sample dan proses penelitiannya, data tsb sungguh mencengangkan. Ada apa dengan masyarakat Indonesia yang ‘konon’ religius, berbudaya timur yang santun, sopan dan memiliki jiwa ‘ewuh pakewuh’?? Adakah pengaruh stigma metropolis telah menjalar dalam kalbu penduduknya, sehingga selingkuh sudah disetarakan sebagai ‘maaf’ budaya ketimbang sesuatu yang tabu?? Mengapa wanita Indoensia juga terlibat aktif dalam perselingkuhan itu? Aktif karena dapat menjadi pemeran utama…….

.

Bagaimana mencegahnya…???? Yuukkk Kita traser bersama….!!!!!

.

Dalam majalah Swa dituliskan kisah sbb

[Mira (bukan nama sebenarnya), 35 tahun, periset di lembaga riset pemasaran terkemuka, yang sedang dalam situasi kecanduan seks. Awalnya, diakui Mira, ia dan pria pasangan intimnya—kebetulan atasannya—sering bersama-sama bertugas ke luar kota. “Karena saking kulino dan merasa kesepian, maka kami melakukannya.” Akhirnya, Mira merasa seks bak candu yang membuatnya ketagihan hingga merasa perlu mempunyai dua pasangan tetap, seorang sudah berkeluarga dan seorang lagi masih bujangan……]

.

Menurut Entin Supriati, kontributor Inilah.Com, alasan wanita berselingkuh itu beragam. Karena romantis-me, kebersamaan, lebih aman, nyaman, dan tentu saja seks. Artinya perselingkuhan yang dilakukan wanita bukan di dominasi oleh masalah seks, namun lebih kepada problematika hubungan yang harmonis, ke-intim-an dan hal lainnya yang terjadi dalam rumah tangga. Meski muara akhirnya adalah seksualitas (merujuk penelitian Frontier diatas)

.

Sementara dalam penelitian yang lain dikatakan bahwa perselingkuhan yang dilakukan wanita disebabkan karena ‘sakit hati’ / membalas perselingkuhan pria, kurang dihargai, hubungan rumah tangga yang kurang harmonis, individualis / ingin meningkatkan rasa PeDe dan kurangnya kualitas/kuantitas seks.

.

Bila kita ingin menghindari adanya kemungkinan perselingkuhan yang (akan) dilakukan isteri kita, maka akan lebih bijak jika kita mengetahui terlebih dahulu alasan mendasar perselingkuhan seorang isteri dan kiat-kiat pencegahannya….

.

Membalas perselingkuhan sang pria

Sakit hati akibat suami berselingkuh sebenarnya merupakan alasan yang sulit di terima akal sehat. Namun alasan ini cukup dominan menghiasi latar berlakang perselingkuhan seoang wanita (baca : isteri). Bila suami yang terbukti melakukan selingkuh kemudian dibalas dengan perselingkuhan yang sama oleh isteri, maka keretakan dan kehancuran rumah tangga sesungguhnya tinggal menunggu waktu.

.

Kalau hal itu benar terjadi, kerugian bukan hanya milik sang isteri, namun juga merambah kepada suami, keluarga suami dan keluarga isteri. Dan yang sangat terpukul secara psikologis dalam hal ini adalah anak (jika sudah memiliki)

.


Merasa Terabaikan

Wanita memiliki rasa dan jiwa yang lebih sensitive ketimbang pria. Perasaan di tinggalkan, tak dihargai, diabaikan dan diposisikan antara ada dan tiada, merupakan salah satu faktor pendorong wanita berselingkuh.

Alasan yang dikemukakan adalah mencari pria lain yang lebih bisa menghargai dirinya , mencari figur yang lebih tepat dan ingin dianggap sebagai seorang isteri (baca : wanita) yang mampu menghibur suami

.

Bersambung……ke part2

Slm ukhuwah elha

www.jangankedip.blogspot.com

abilukman@yahoo.co.id

HP : 021-92900184


Baca Selengkapnya......

Selasa, 17 Februari 2009

PARTAI CARI MUKA

PARTAI CARI MUKA

By elha 12.02.2009

Partai pilihan rakyat…Caleg peduli rakyat…Pilih No. 53 yang terbukti anti korupsi dan tanggap bencana…contreng No. 62, PAPA-nya ARTIS … Partai Main Mata berjuang bersama rakyat (kapan Pak??)…bla..bla...hehehe Mana ya partai & caleg jual program utk rakyat....???

---ooOoo---

Menjelang pemilu 9 April 2009, partai politik (parpol) dan calon anggota legislatif (caleg) saling mengumbar klaim. Mereka laksana pedagang kaki lima yang sedang mengobral dagangannya. “sepuluh ribu tiga……sepuluh ribu tiga…” “sayang anak…sayang anak”

Parpol satu merasa lebih baik dari yang lain. Caleg yang satu ‘katanya’ lebih peduli ketimbang caleg lainnya. Mereka mengklaim mewakili rakyat. Selalu mengatas namakan rakyat. Menggambarkan seolah-olah rakyat sepenuh hati berada dalam barisan mereka. Benarkah?? Mari kita telaah bersama.

Pendiri parpol yang dilupakan (?)

Ketika berkunjung ke Kota Tangerang, aku bertemu dengan seorang Ibu tua. Umi, demikian Ibu tua itu biasa dipanggil. Dia bercerita kalau anak tertuanya adalah salah satu pendiri parpol berbasis agama di daerahnya. Konon, sampai saat ini, alamat rumahnya masih tercantum di DPP sebagai rujukan informasi parpol tersebut di wilayah Tangerang. Dan memang, aku melihat banyak atribut parpol berbasis agama di dalam rumahnya, termasuk arsip dan pernik-pernik lainnya.

Pernah satu ketika, entah karena kesalahan administrative dan atau karena salah prosedur atau alasan lainnya, si anak berurusan dengan pihak berwajib. Namun hal itu tidak membuatnya jera dalam membesarkan partai yang di’bidaninya’ di kampung halaman itu. Teman seperjuangannya ada yang sudah menikmati ‘empuknya’ kursi legislatif. Namun dia dan keluarganya tetap bekerja untuk partainya.

Masalah baru muncul ketika dia memperjuangkan nasib kaum buruh yang berakibat pada ‘PHK’. Saat itu konon karib koleganya seperti sembunyi. Bahkan sang ‘Legislatif’ seperti tidak pernah mengenalnya. Ekonomi keluarga yang sebelumnya memang kekurangan menjadi semakin terbenam.

“Umi sih bukan pengen di Tanya…” kata ibu tua tersebut nelangsa, mengomentari ulah ‘sang legislatif’

“Tapi dulu dia kan sering tidur-tiduran di sini, sama-sama untuk partai…Sekarang mah udah enak. Lupa kali ama umi mah” tambahnya dengan logat Tangerang-nya yang kental.

—mhn maaf kalau redaksi tidak persis sama dengan yang diucapkan. Tapi Insya Allah maknanya sudah sesuai--

Peristiwa diatas adalah kisah nyata. Realita yang ada. Apakah ini hanya satu-satunya kisah..? wallahu’alam.

---ooOoo---

Semua parpol sepakat bahwa kesejahteraan rakyat adalah tujuan utama perjuangannya (HU Pelita, Kamis, 12 februari 2009, http://www.hupelita.com/). Setiap parpol mengklaim bahwa mereka adalah pengabdi rakyat yang berjuang untuk rakyat. Bahkan mereka tak segan untuk mengatakan sebagai ‘pelayan’ rakyat.

Tafsir benderang atas semua pernyataan tersebut adalah bahwa rakyat pemilik sejati demokrasi. Karenanya rakyat pula yang menjadi pemegang saham terbesar parpol. Setoran utama parpol terhadap rakyat adalah kesejahteraan. Dan ini diakui secara riel oleh para petinggi parpokl tersebut, seperti dikutip HU Pelita OnLine http://www.hupelita.com

Namun menelaah peristiwa diatas, kita perlu menganalisa kembali pernyataan-pernyataan pengurus parpol (politisi) mengenai makna kesejahteraan rakyat. Dalam UU No. 6 tahun 1974 Kesejahteraan didefinisikan adalah kemampuan individu (rakyat) dalam memiliki faktor-faktor material. Artinya rakyat memiliki daya beli untuk mendapatkan sesuatu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Atau dalam bahasa yang lebih sederhana sejahtera adalah keluar dari garis kemiskinan.

Kemiskinan itu sendiri memiliki kriteria sebagai berikut (BPS, 2006) :

1. Kategori sangat miskin yakni yang mempunyai penghasilan Rp120 ribu/bulan, intake energi makan sehari 1900 K kal,

2. Miskin yang mempunyai penghasilan 150 ribu/bulan, intake energi makan sehari 2100 K kal, dan

3. Hampir miskin yang mempunyai penghasilan 175 ribu/bulan, intake energi makan sehari 2300 K kal

Michael P. Todaro dalam Economic Development in the Third World (1989) menyatakan, "biasanya gejala kemiskinan absolut pada suatu lokasi dapat diukur dari proporsi penduduk yang hidup di bawah tingkat pendapatan minimum yang telah ditentukan (adequate standards of living)".

à adequate standards of living dapat diasumsikan dengan Upah Minimum Regional/Provinsi/Kabupaten, yaitu antara Rp. 650 ribu – Rp. 1 juta/bulan.

Artinya masyarakat dengan kategori tersebut adalah lahan garapan parpol. Ladang perjuangan anggota legislative, pemerintah dan para caleg. Jika semua itu dijalankan dengan baik dan tepat sasaran, peristiwa diatas, dimana pendiri parpol berbasis agama seolah ternafikan, tidak akan pernah terjadi.

Mungkin peristiwa di atas hanya segelintir kisah dibandingkan dengan keberhasilan parpol membangun fondasi ekonomi dan politik bangsa ini. Atau mungkin itu hanya ulah ‘oknum’ elite politik yang mencoba mengaburkan keberhasilan parpol, legislative dan pemerintah.

‘Oknum’ digambarkan oleh Joel Hellman (World Politics, 1998) sbb : Mereka yang berhasil merebut kekuasaan demokratis dari rezim otoriter dan selanjutnya membelokkan agenda demokratisasi. Mereka adalah pemenang di awal reformasi, di tengah mereka memutar haluan. Mereka berhasil membangun legitimasi atas kekuasaannya, selanjutnya mereka berkhianat. Di awal reformasi, mereka tampil sebagai pembela demokrasi. Setelah rezim otoriter tumbang, mereka menghalangi konsolidasi demokrasi.

Mereka yang dimaksud adalah para oknum yang dengan sengaja atau karena ketidak tahuannya mengubah dan membelokkan arah reformasi. Yang mengaburkan makna demokrasi, sehingga mengorbankan rakyat dan kesejahteraan rakyat. Mereka mengotori perjuangan para partai politik dan menggerus keberhasilan pembangungan ekonomi, politik dan budaya yang telah disumbangkan oleh pemerintah.

Oknum tersebut adalah para Partai Cari Muka. Parpol yang hanya muncul menjelang pemilu. Yang tidur ketika rakyat membutuhkan. Yang tak menoleh ketika rakyat memanggil. Yang mencari keuntungan di parlemen. Yang mencoba membocorkan anggaran pemerintah. Yang men-catut dana untuk rakyat.

Mereka, para oknum tersebut, layak mendapat ‘bintang’ sebagai pengkhianat rakyat. Mereka wajib dikeluarkan dari struktur legislative dan di diskualifikasi dari daftar caleg (DCT). Karena sejatinya mereka adalah debu yang mengotori kursi pembangunan pemerintah. Yang menjadi benalu bagi pembangunan politik dan demokrasi parpol.

Selamat menunaikan pesta demokrasi.

Pilihlah Parpol dan Caleg yang benar-benar terbukti membela kebenaran. Yang berjuang demi keadilan dan kerakyatan. Hati-hati dengan caleg yang hanya menebar janji, memberikan imbalan materi (uang) untuk meraup suara dan mereka yang alergi melakukan kontrak politik formal.

Bravo Indonesia. Salam Demokrasi

elha 12022009




Baca Selengkapnya......

Senin, 09 Februari 2009

Valentine's Day ….CINTA SEJATI ATAU KORBAN BISNIS

Valentine's Day ….CINTA SEJATI ATAU hanya KORBAN BISNIS
by elha 12.02.2007 (dari berbagai sumber)

Setangkai bunga merah ia letakkan di atas dadanya, seraya senyum dia ber-ujar, “Happy Valentine……”
Loch kok bunga merah….iya donk. Wong nuansa Valentine aja Merah Muda. Pink kata orang Jawa….

Sebenarnya APA SEEH VALENDTINE’S DAY itu…..???
Banyak versi dengan beragam pernik, sehingga sulit mengatakan yang satu lebih benar dari yang lain….

Dr. Rebecca Brown dalam The International Best Seller, cetakan ke 501 tahun 2006, menulis “Bebas dari Cengkeraman Setan oleh Dr.Rebecca Brown”

Isinya :
Bahwa sesungguhnya di Amerika ada 17 hari raya dan salah satunya adalah Valentine Day atau kaum remaja lebih kenal dengan istilah Hari Kasih Sayang sebagai ungkapan rasa cinta...

Valentine Day dikembangkan oleh pemimpin Gereje Setan di Amerika (Lucifer = iblis = setan) dengan sasaran utama kaum remaja di seluruh dunia (berarti semua remaja dari berbagai agama didunia)

yang mana mereka tidak mempunyai gedung gereja menetap, melainkan mereka selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya karena Gereja ini sudah dilarang oleh pemerintah federal karena ajarannya yang sangat menyesatkan namun berkembang sangat pesat... Para pengikut gereja setan menyebutkan dirinya dengan The Brother Hood (untuk kaum pria) dan Sister and Life (untuk kaum wanita)....

Kok Sereem ya….emang gak ada kisah yang lain….Easy. Ada kok.

Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya
Claudius II melihat St.Valentine mengajak manusia kepada agama nashrani lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya.

Namun agama Nasrani sendiri tidak pernah menyebut Valentine’s day (Hari valentine) sebagai Hari Raya agama mereka.


Lalu APA SEEH VALENTINE ITU
Dalam era modern Valetine Days sudah beralih dari issue Gereja centris ke issue drama percintaan dan kasih sayang anak muda dan remaja yang keranjingan cinta. Makanya nuansanya pun diubah. Tidak lagi klasik melainkan serba PINK. Dengan symbol hati (love) berwarna merah atau sayap burung… for : When every foul cometh ther to choose his mate

Di Amerika sendiri Hari Valentine baru dikenal pada tahun pertengahan abad 19, ketika mereka mengimpornya dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi Amerika. Nah, sebagai negara pedagang, Amerika mulai mencetak kartu ucapan, sebagai bentuk ungkapan cinta. Maklum pedagang….semua mulai dibisnis-in.

Di Indonesia, Hari valentine selalu dikaitkan dengan karakter ‘khas anak muda/remaja Indonesia’ yang cenderung konsumtif. Budaya ini cenderung populer karena melibatkan banyak pihak. Terutama anak muda dan remaja yang masih mencari identitas diri dan kalangan indistri yang melihat mereka sebagai pasar potensial.
 So, lihatlah di mall, swalayan, pertokoan, hotel, setasiun tv, radio, dll….isinya kotak coklat, boneka, perhiasan, berbie……

The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

KESIMPULAN
Dari uraian diatas, bolehlah kita menyimpulkan bahwa Valentine’s Day bukanlah hari raya, baik bagi kalangan Islam ataupun kaum Nasrani.

Lalu mengapa jadi demikian popular, wah dan heboohhh nian. Tak lain dan tak bukan karena kepentingan bisnis. Coba liat, pihak mana yang paling giat mem-promosikan Valentine’s Day kalau bukan para bisnisman. Atau setidaknya sayap-sayap bisnis mereka seperti mall-mall, swalayan , stasiun tv, radio, dll.

So, masihkah kita ingin menjadi OBYEK DARI BISNIS ORANG LAIN….menjadi Sandera yang di ‘SERBU’ oleh barang-barang konsumtif ala Valentine’s Day….

Semua berpulang pada hati nurani masing-masing.

Selanjutnya : Valentine’s Days dari sudut pandang Islam.

Slm ukhuwah – slm Cinta
elha


Referensi
1. Dr. Rebecca Brown, The International Best Seller, cetakan ke 501 tahun 2006
2. Wikipedia
3. Artikel lain tentang Valentine’s Day


Baca Selengkapnya......