Kamis, 11 Juni 2009

JIKA TAK ADA PILPRES, AKANKAH PRITA BISA BEBAS??

JIKA TAK ADA PILPRES, AKANKAH PRITA BISA BEBAS??

By elha – pengamat sosial pinggiran

.

Berkat dukungan masyarakat, tokoh politik dan pejabat terkait, Prita dapat bebas. Setidaknya sudah lepas dari dari jerusi besi, meski masih harus menjalani persidangan. Adakah ini berkah Pilpres?

.

Bunda Prita (saya biasa memanggil beliau dengan sebutan Bunda, karena saya mengaguminya), dapat menghirup udara segar setelah mendekam di tahanan selama lebih dari 20 hari. Beliau harus berhadapan dengan aparat hukum setelah mengirimkan email yang berisi keluhan dan curahan hatinya (curhat) tentang pelayanan sebuah rumah sakit bertaraf Internasional kepada teman-temannya.

.

Keluhan Bunda Prita via email tsb dianggap sebagai pencemaran nama baik sehingga beliau harus berhadapan dengan hukum, dus menghuni sel tahanan. Sampai disini kasus beliau masih belum terpublikasikan secara luas, masih tertutup dengan suasana politik. Bahkan dibandingkan kasus manohara, apa yang dialami oleh Bunda Prita belum terlalu menggoda pemberitaan dan perbincangan.

.

Nah, baru belakangan ini kasusnya mencuat. Masyarakat berduyun-duyun menyatakan dukungannya, baik via spanduk, dukungan moral, via email, blog, situs, facebook dan lainnya. Tak ketinggalan media massapun menyambut berita yang dapat menjadi head line news ini.

.

Sudah dapat diduga, kalangan politisi tak mau kalah langkah. Mereka sigap menyatakan dukungan, bersuara lantang dan pembelaan hukum. Tak terkecuali mereka yang akan terlibat dalam kompetisi pilpres 2009. Dampaknya luar biasa, Bunda Prita dapat keluar dari ruang tahanan.

.

Belum berhenti sampai di situ, DPR juga memanggil Rumah Sakit yang ’berselisih paham’ dengan Bunda Prita. Pernyataan politik DPR pun dikeluarkan.

.

Sebagai bagian dari masyarakat pecinta keadilan, kami tentu sangat senang, bangga dan bahagia bila kasus Bunda Prita mendapat perhatian luar biasa. Dukungan yang tak terhingga tsb bahkan menjadi salah satu pemicu bebasnya Bunda Prita dari tahanan jeruji besi. Kamipun mengucap Syukur Alhamdulillah.

.

Namun kami mulai cemas dan bertanya, apakah setelah pilpres berakhir, Bunda Prita masih tetap didampingi? Apakah beliau masih berlanjut mendapatkan perlindungan hukum?

.

Mengapa ini kami tanyakan, karena masa persidangan akan memakan waktu yang panjang. Kami khawatir dan sangat khawatir bila fenomena dukungan ini hanya karena kepentingan sesaat dan atau eforia pemberitaan semata. Semoga apa yang kami khawatirkan tidak terjadi.

Kami dan tentu juga sebagian besar masyarakat berharap persidangan kasus Bunda Prita berlangsung jujur, adil dan transparan sesuai ketetuan hukum.

.

Terima kasih atas dukungan masyarakat, tokoh politik, praktisi hukum dan seluruh elemen lainya. Saya memang bukan siapa-siapa Bunda Prita, namun tidak salahnya kan bila kita saling berucap syukur dan saling berjabat tangan berucap terima kasih atas dukungan kita semua. Demi keadilan dan kebenaran.

.

Terima kasih juga para capres dan pejabat terkait yang membantu menyelesaikan kasus Bunda Prita.

.

Salam ukhuwah – salam keadilan

elha – 10.06.2009

www.jangankedip.blogspot.com




Baca Selengkapnya......

Selasa, 09 Juni 2009

PERANG LEMBAGA SURVEY..?? gak kale ach

PERANG LEMBAGA SURVEY..?? gak kale ach

By elha – pengamat politik pinggiran

.

LRI menantang LSI untuk membubarkan diri jika hasil survey-nya tidak sesuai/akurat. LSI menjawab, silakan saja, tetapi LRI harus membubarkan diri dahulu sebelum menantang. Lho kok? (Metro TV, 08 Juni 2009)

.

Senin, 08 Juni 2009, Metro TV, menayangkan dialog lembaga survey, dengan tema PERANG LEMBAGA SURVEY. Hadir dalam dialog tsb adalah wakil dari Lembaga Survey Indonesia (LSI), Lembaga Riset Indonesia (LRI) dan Permadi (partai Gerindra).

.

Masing – masing pihak (baca : lembaga survey) merasa benar. LSI dalam hasil surveynya yang dilaksanakan pada tanggal 25-30 Mei 2009 menempatkan Sby-Boediono berada di posisi teratas dengan 70% suara, Mega-Pro 18% dan Jk-Win 7% saja. Survey dilakukan di 33 provisi di Indonesia. Sementara LRI merilis hasil surveynya dengan komposisi Sby-Boediono 33%, JK-Wiranto 29% dan Mega-Prabowo 20%. (http://yasiralkaf.wordpress.com/2009/06/10)

.

Kedua lembaga survey tsb konon memang dekat dengan masing-masing pasangan. LSI diasosiasikan dekat dengan Sby-Boediono sedangkan LRI ’ber-afiliasi’ dengan JK-Win. (sumber : http://yasiralkaf.wordpress.com/2009/06/10)

.

Kembali ke dialog Metro TV, Senin, 08 Juni 2009. Dalam dialog di TV milik Surya Paloh tsb (Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar), LRI menantang LSI untuk membubarkan diri jika hasil survey-nya salah. LSI menjawab dengan pernyataan bahwa seharusnya LRI lebih dulu membubarkan diri sebelum menantang, karena tantangan ini sebelumnya pernah di sampaikan sebelum Pileg 2009. Dan hasil LSI lebih akurat.

.

LSI menjelaskan bahwa surveynya sesuai dengan data demografi dan sebaran penduduk dengan mengacu pada data BPS. Sementara lembaga lain diragukan, karena komposisi pedesaan dan perkotaan yang tidak sesuai.

.

Sebaiknya kita tidak perlu menjatuhkan ’talak’ kebenaran, karena memang tidak ada pihak yang dapat menjatuhkan vonis salah kepada lembaga survey tertentu. Tidak juga ada pihak yang boleh mengklaim paling benar. Bila kebenaran itu hanya klaim pihak tertentu, bisa dimaklumi jika ada pihak meragukannya. Demikian juga jika klaim tsb disalahkan oleh pihak lain yang merupakan komptetitor dan atau ’lawan politik’, bisa dimaklumi kalau kemudian ada yang bertanya, ada apa diantara mereka?

.

Saya sangat setuju dengan pendapat pengamat yang meminta asosiasi lembaga survey dan KPU perlu melakukan audit atas hasil lembaga survey. Besaran survey, metode, data yang dipergunakan, penyandang dana, kedekatan dan atau afiliasi dengan pasangan capers-cawapres dan sample yang dijadikan rujukan harus di publikasikan secara transparan.

.

Sungguh terlalu besar ongkos politik dan sosialnya jika kredibilitas dan kapabilitas lembaga survey harus dipertaruhkan dalam sebuah pilpres. Sangat disayangkan jika hanya karena pemilu lembaga survey yang dibangun untuk mengawal demokrasi justru berpolemik dan saling tuding.

.

Kami yakin kredibilitas dan kualitas seluruh lembaga survey di Indonesia, LSI, LRI dsb masih dapat diandalkan dan tetap berpijak pada kebenaran. Kami juga masih yakin bila mereka menyuguhkan data dan hasil survey sebagai tanggung jawab moral mereka kepada publik dalam membangun demokrasi di negeri ini.

.

So, tidak ada jalan lain selain mengembalikan semuanya kepada rakyat sebagai pemegang mandat demokrasi. Karena merekalah penentu arah reformasi dan demokrasi di negeri ini.

.

So, tidak ada yang perlu disalahkan. Tidak ada yang bisa mengklaim paling benar. Karena semua itu adalah dinamika organisasi, politik dan demokrasi.

.

Salam demokrasi - Salam ukhuwah

elha – 09.06.2009

www.jangankedip.blogspot.com




Baca Selengkapnya......

Kamis, 04 Juni 2009

MASYA’ ALLAH ANAKKU ‘BOCOR’

MASYA’ ALLAH ANAKKU ‘BOCOR’

By elha – pengamat sosial pinggiran

.

Orang tua mana yang tidak terpana melihat peristiwa itu. Air mata sudah tidak mampu keluar lagie. Ingin rasanya kami peluk buah hati kami yang ‘bocor’ tsb. Adakah darah yang tercecer? Jangan Ditanya Lagie….

---oooOooo---

Dari atas kuda jengki (motor maxute), anakku yang bungsu ber-ujar

“Bi,….(anak2ku memanggil aku dg sebutan abi)…”

“Ya, Ai…” jawabku penuh kasih sayang

“Masa’ tadi waktu les, anak-anak cewek megang pipi aku. Emang aku keliatan ganteng ya Bi…?” Tanya anakku polos. Sepolos bocah-bocah lugu nan bersih

“hehehehe…” aku tertawa dalam hati. Memalingkan muka agar anakku tidak melihat

”Kok Abi ketawa sih..?” tanya anakku lagi penuh keheranan

”Gak papa. Ai emang ganteng kok. Apalagi kalau Ai baik sama temen-temen”

.

Kepolosan-kepolosan anakku begitu terngiang di telingaku. Dia begitu menghibur. Menghilangkan rasa lelah sehabis bekerja. Menjauhkan kepenatan kehidupan ini. Karenanya aku tak kuasa, ketika melihat anakku ’bocor’

.

”Kak...sekarang kan Kakak ujian...” kata Fachri satu pagi kepada Kakaknya (Mufti)

”Ya emang kenapa...?” jawab kakaknya

”Kalau nonton disambi dong....” katanya berlagak orang tua menasehati anaknya. Namun tetap dengan wajah bocah yang polos

”Disambi makan, disambi pake sepatu...biar cepet....” katanya lagi

.

Duh, aku membayangkan wajahnya yang innocent. Pipinya yang cenderung tembem (tembem = bhs betawie = agak besar & menggemaskan_pen). Tingkahnya yang selalu membuat para tetangga dan guru-guru Play Groupnya gemas. Mereka sering nanggap (bhs betawi = meladeni untuk meledek_pen) dan mencubit pipi anakku. Memukul ’maaf’ pantat anakku.

.

Tapi kini.....Fachri ada di pangkuanku. Aku tak kuasa melihatnya. Air mataku mengalir perlahan.

”Nak.....mengapa jadi begini....?”

”Siapa yang melakukan ini kepada mu, Nak”....aku kembali menitikkan air mata

.

Darah.....jangan ditanya......semua sudah terjadi

.

Bayanganku kembali pada hari-hari sebelumnya

”Bi...kok perginya malam pisan sih....?.” kata anakku satu ketika

”Iyya, khan Abi baru pulang...”

”Kita mau ke dokter gigi ya Bi?”

”Iyya...kok Ai ngomongnya pake ’pisan’ sih?” tanyaku

”Iyya neh...Mba ngajarinnya nggak becus. Masa aku di ajarin bahasa ’mengkonon’, ’pisan’, ’beli weru’.....(bhs Cirebonan_pen)” jawab anakku agak-agak sewot....sewot seorang bocah

”hehehehe...”

”Emang Mba orang Cirebon ya Bi”

”Pantes aja ngomongnya medok banget” katanya penuh bangga

”Loch kok Ai tahu”

”Iyya...khan, aku selalu inget yang Abi kasih tahu...dari aku bayi Bi...kan aku banyak makan wortel...”

”Hehehehehe”

.

Bayangan itu terus aku ingat.

.

”Pak elha....anaknya ’bocor’ tuch” tetangga memberi tahu

”...??@@@###??” aku diam seribu bahasa...

”Pak, anaknya mirip orang Ambon” kata tetangga yang lain

.

Anakku memang agak hitam...tapi hitam manies loch. Rambutnya agak keritning kriwil-kriwil.

”Pak elha....anaknya lucu banget...di sini di cubitin terus ama anak-anak....mereka gemes” kata tetangga yang lain

.

Yaa..anakku memang menggemaskan

Saat anaku ’bocor’. ’bocor’ dimaksud adalah gampang ngejeplak.

.

Tetesan darah...jangan ditanya...

Gak ada lagie...masak gampang ngejeplak ada darah seeh

Air mataku...karena aku begitu sayang pada anakku. Anakku yang menghibur dan bikin rindu selalu.

.

Hehehehe

.

Jadi bukan bocor karena apa-apa. Tapi karena banyak omong...hehehehehe

.

Slm ukhuwah elha

www.jangankedip.blogspot.com

Baca Selengkapnya......

Rabu, 03 Juni 2009

PRITA, ENGKAU ADALAH PAHLAWANKU

BU PRITA, ENGKAU ADALAH PAHLAWANKU

By elha – pengamat sosial pinggiran

.

Air mata dirimu, wahai Bunda Prita, menggambarkan betapa kebenaran telah terbelenggu oleh kekuatan,………keberanian mengunggap kejanggalan justru mengantarkanmu ke bilik penjara…ADA APA INI? MENGAPA PULA ADA TOKOH POLITIK YANG MENGUNJUNGIMU……

.---oooOooo---

.

Dua hari terakhir, hampir seluruh media menayangkan penderitaan yang dialami oleh Prita Mulyasari. Seorang Ibu yang menceritakan nasib dan perisitwa yang dideritanya ketika menjalami pengobatan dan rawat inap di rumah sakit bertaraf internasional.

.

Rasa kecewa adalah hal yang lumrah. Bahkan diungkapkan ke public sekalipun. Dalam iklim demokrasi yang sudah diakui dunia, setiap orang berhak menyuarakan pendapatnya. Hatta, bertentangan dengan penguasa sekalipun.

.

Tapi mengapa pihak rumah sakit membawa peristiwa ini ke dalan ranah hukum, bertindak sebagai penggugat. Bunda Prita, yang mejadi obyek penderita justru masuk dalam sel tahanan. Tak tanggung-tanggung lebih dari 20 hari beliau disana….(beliau, yaa beliau…saya sangat menghormati beliau, Bunda Prita)….Ini yang harus dijelaskan ke publik secara transaparan. Tanpa perlu mengatakan pihak yang satu lebih benar dari yang lain, sebelum ada keputusan pengadilan.

.

Bila kita baca email yang ditulis Bunda Prita ke beberapa temannya, hanyalah ungkapan kekecewaan seorang pasien yang merasa ada kejanggalan diagnosa dan cara pengobatan dokter di rumah sakit tsb. Artinya (jika memang sesuai kenyataan), ini adalah bentuk kepedulian seorang Prita, agar teman-temannya (dan masyarakat) berhati-hati dalam memilih rumah sakit.

.

LOH KOK HARUS MENDEKAM DI PENJARA? Ini masalahnya.

Kadang hegemoni dan kemampuan financial bisa ’mengubah’ seseorang dapat menjadikan orang lain laksana anak kecil yang kena 'marah' orang tuanya. Diam tak bisa berbuat banyak. Kita memang tidak mengerti detail dan jelas peristiwa itu. Karena pihak rumah sakit juga belum memberikan hasil-hasil medis-nya ke publik.

.

Seharusnya semua pihak, baik pasien dan Dokter plus rumah sakit mau mengungkap peristiwa ini secara transparan. Agar publik dapat menilai mana yang benar dan mana yang salah. Bila pihak rumah sakit merasa yakin benar, silakan ungkapkan dengan bukti-bukti otentik berupa rekap medik yang asli.

.

Leo Batubara, seorang tokoh Dean Pers bahkan mengatakan bahwa pengungkapan kekecewaan pasien sangat dibolehkan. Bila pihak rumah sakit keberatan dapat menggunakan hak jawabnya. Ketua YLBHI, Patra M Zein, berpendapat senada.

---oooOooo---

.

Bunda Prita, benarkah Engkau korban dari ’perselingkuhan’ UU ITE. Atau dirimu adalah ’kambing hitam’ dari rekayasa. Bunda Prita, Kasusmu membuat banyak orang menangis, karena Engkau juga banyak menitikkan ari mata karena terpisah dari keluarga.

.

Berbeda dengan ’tokoh’ yang selalu tersenyum, meski mengatakan telah disiksa pihak lain. Engkau, menangis dan menangis mengungkap semua ini ke pers dan masyarakat. Menangis keheranan, menangis kesehan dan menangis dijauhkan dari anak-anakmu tercinta plus suami tersayang.

.

Bunda Prita, teruskan perjuanganmu mengungkap kebenaran demi kebenaran. Insya Allah kebenaran itu sendiri akan menolongMU. Karena Allah selalu bersama orang-orang yang benar.

.

Bunda Prita, kami tidak tahu apakah tokoh politik yang mengunjungimu memang bersimpati, atau melakukan kalkulasi politik? Wallahu’alam.

.

Bunda Prita, Engkau adalah Pahlawanku.

.

Salam ukhuwah dan salam empati kami

elha – 04.05.2009

www.jangankedip.blogspot.com




Baca Selengkapnya......

Rabu, 27 Mei 2009

WASPADALAH…!! ..WASPADALAH..!!

WASPADALAH…!! ..WASPADALAH..!!

By elha – pengamat sosial pinggiran

.

“Bi, tadi ada cewek meninggal TELANJANG. Banyak polisi yang datang...” kata mbaknya menjelaskan perisitwa di tempat kami.

Adakah MOTIF POLITIK dibalik kasus ini? Adakah kaitannya dengan Pilpres 2009??

.

Seperti biasa, kami (aku dan isteri tercintaku), pulang ke rumah sekitar pk. 6 sore. Yaa, gak usah heran lah yah...soalnya kantor kami relatif tidak jauh dari tempat tinggal kami di Rawasari – Jakarta Pusat.

.

Tiba-tiba, anak bungsuku yg berusia 4 tahun berteriak...

“Abiii...aku tidur siang...Kakak gak tidur siang Bi...Kakak mah payah gak mau denger omongan orang tua...” katanya memberi informasi...hehehehe...ini baru permulaan.

“Abbiiiii...”katanya lagi dengan logat bocah yang khas, lucu dan menggemaskan

“Tadi banyak polisi......pake motor bi” katanya lagi

”Iyya, dibelakang ada yang meninggal jeh” tambah mbaknya dengan logat Crebonan yg kental

”Ada yang meninggal? Siapa ?” tanyaku

”Gak tahu..dibelakang...” jawabnya.

.

Isteriku tercinta segera menghubungi pejabat terkait. Siapa lagi kalau bukan Bu RT. Tapi sayangnya pejabat tsb tidak ada di tempat.....Wah informasi yang gelap. Motif politik apa ya?

.

Ba’da Isya, Seorang Pejabat teras mendatangiku....

”Pak Lukman. Tadi ada yang meninggal di belakang. Saya masih dikantor di panggil...” jelasnya

”Siapa yang meninggal Te...(Pak RT_pen)..?” tanyaku

”Orang kost di belakang. Saya juga gak tahu. Saya udah kasih tahu kalau ada yang mau kost di tanya identitasnya yang jelas. Gak mau denger ya udah....” tambahnya

”Wah kalo ada yang meninggal, kepala lingkungan kan di tanya polisi..”

”Iyya, terutama di pemilik rumah...”

.

Wah masih belum terjawab, motif politik di balik semua ini....ada apa ya?

“Ada yang bilang di germo lah...ada yang bilang...aaahhh..” jelas Pak RT agak kesal

“Keluarganya di kampung udah tahu Te..?“ tanya warga yang lain

“Keluarganya siapa...?“

.

Menjelang malam akhirnya kami tahu bahwa yang meninggal adalah warga baru di lingkungan RT kami. Entah siapa dia belum banyak yang tahu. Bahkan seorang Ketua RT (Pejabat teras dilingkungan RT) pun tidak mengetahuinya......

.

Motif Politik..?? kayaknya seeh gak ada. Soalnya dia bukan anggota ataupun pengurus parpol. Bagaimana kaitannya dengan Pilpres...?? Wah ini lagi. Tidak ada kaitannya....dia adalah penghuni kost yang kebetulan tidak diketahui oleh Ketua RT.

.

Biarkan aparat Kepolisian dan aparat terkait lainnya yang menangani.

Namun sebagai warga yang baik, kita memang seharusnya waspada. Waspadalah..!!

Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi bila kita tidak ikut aktif memperhatikan lingkungan kita sendiri.

.

Memang harus diberlakukan kembali tamu yang datang lebih dari 24 jam, harus lapor kepada ketua RT/RW setempat....

.

Maka, waspada...Waspadalah...!!!

.

Slm damai – slm ukhuwah

elha – pengamat sosial pinggiran

www.jangankedip.blogspot.com




Baca Selengkapnya......

Minggu, 10 Mei 2009

MANUSIA ‘TERBAIK’ ITU ADA DI INDONESIA

MANUSIA ‘TERBAIK’ ITU ADA DI INDONESIA

By elha – pengamat sosial pinggiran

.

Prestasi Luar Biasa. Akhirnya tanpa ragu-ragu, setelah melihat fakta riel dilapangan, para ahli menetapkan Manusia Indonesia adalah yang terkuat di dunia. Mengalahkan Jerman dan Yahudi.

.

Ketika para ahli sibuk menentukan genitas terbaik di dunia, maka di rumuskan formula yang dianggap efektif untuk memutuskan faktor genitas terbaik tsb. Hampir seluruh ahli genetik, kimia dan hayati berkumpul di Indonesia. Penetapan Indonesia, selain karena faktor geografis, juga karena para pakar ingin menikmati panorama Nusantara yang terkenal Indah di dunia.

.

Rumus-rumus kimiawi, formula hayati dan genetika (keturunan) dipadukan dalam satu kata. Manusia terbaik ada pada kaum Smit (Yahudi), Kedua komunitas Aria (Jerman) dan ketiga Europe.

.

Di akhir penelitiannya, panitia menggelar paket hiburan khas nuansa Indonesia, yang alami dan apa adanya. Yahudi dan Aria, memperlihatkan kesombongannya. Mereka naik ke atas podium dan berkata lantang, ”Smit dan Aria adalah kaum terbaik di muka bumi. Kamum terpintar dan kaum terkuat. Adakah yang menandingi kami....”

.

Tokoh Betawie, yang kebetulan di undang dalam acara itu balik bertanya, ”Apa alasannya para juri menetapkan kalian sebagai bangsa terkuat....?” katanya dalam bahasa Inggeris yang tertatih-tatih

”Karena kami manusia subur, bergentik dan cerdas....”

”Coba dibuktikan di hadapan para hadirin, karena juri semua berasa dari kalian....” Jawab si Tokoh betawi

”Baik, mari kita buktikan....” jawab Smit dan Aria bersamaan

.

Pertama, Kaum Nordic mengawali kiprah sang juara dengan membawa 12 orang anak. Ribuan penonton yangterdiri dari para pakar dan dotor terpesona dan bertepuk tangan....

”Luar Biasa...” celetuk penonton

Kemudian, bangsa Aria naik panggung dengan membawa 20 orang anak dan berkata lantang, ”Inilah anak2 kami yang cerdas dan banyak.....kamilah terkuat”

Ribuan penonton terhanyut dalam suasans kagum dan bangga....

.

Stelah itu kaum Smit (Yahudi) tampil terkahir membawa 30 orang anak yang ganteng dan berparas menawan....dengan pongah mereka berkata, ”Tidakkah kalian lihat kenyataan ini.......”

Ribuan penonton terdiam dan terpana. Termasuk tokoh betawi tadi serta tentu saja tokoh Politik di Senayan.

.

Ketika acara akan selesai......Seorang tua, dengan wajah masih memperlihatkan ketampanannya naik ke atas panggung untuk menutup acara......

Tiba2 gemuruh suara ribuan penonton, mayoritas wanita2 cantik berteriak....

”Ayaaahhhhh....Ayahhhhhhhhh”....

.

Para juri, kaum Yahudi dan Aria terdiam dan terjatuh...

.

Salam ukhuwah elha

www.jangankedip.blogspot.com


Baca Selengkapnya......

Senin, 27 April 2009

HIDAYAT NURWAHID AKHIRNYA CAWAPRES SBY….

HIDAYAT NURWAHID AKHIRNYA CAWAPRES SBY….

By elha – pengamat politik pinggiran

.

”Sudah 19 orang yag melamar sebagai cawapres. Nanti akan kita pilih yang terbaik...” demikian ambutan SBY dalam Rakernas Partai Demokrat, 26.04.2009.

Yang terbaik adalah Hidayat Nurwahid …..?

.

Sejak Golkar mendeklarasikan Capres Internal Partai, peta politik dan gambaran koalisi menjelang pilpres berubah total. Dua kubu yang sebelumnya d sinyalir akan bertemu muka (head to head and face to face), Blok S dan Blok M, kembali berbenah. PDIP, seolah mendapat angina segar, hingga harus menyempatkan diri untuk berkunjung ke kediaman JK untuk bersilarahim beberapa jam setelah deklarasi JK sebagai Capres Golkar. Tak tanggung-tanggung rombongan dipimpin langsgun oleh Petinggi Puncak PDIP. Keesokan harinya giliran JK yang bertamu ke kediaman Megawati di Teuku Umar.

.

Ada Apa? Apakah akan ada koalisi Besar Golkar-PDIP, sesuai rencana Taufik Kiemas – Surya Paloh jauh sebelum Pileg?

“Yaa, nanti kita akan bentum tim kecil untuk membahas kerja bersama PDIP-Golkar” kata mereka….

.

Uniknya baik Golkar ataupun PDIP tidak ada yang mau menjadi Cawapres. Bagaimana bentuk koalisinya….Nanti akan kita bahas dalam sesi tersendiri….

.

Panik-kah kubu Sby?

Tidak. Semua parpol berhak menentukan langkah politik sendiri. Kami menghormati langkah yang diambil oleh partai Golkar. Namun kami juga memiliki kebijakan internal yang harus di hormati oleh partai lain. Demikian pendapat elite Demokrat. Diplomasi semu.

.

Kalkulasi politik, menjelang pendaftaran Capres-Cawapres, setidaknya sudah ada 2 parpol yang secara terbuka mendukung Sby, yaitu PKS dan PAN. Kemudian PKB, meski dengan tutur kata yang masih malu-malu. Dan juga PPP yang kelihatan masih mencari format yang sesuai dengan arah ’kemenangan’.

.

Pertanyaannya siapa Cawapres yang akan dipilih SBY?

Rumor yang berkembang, 1. Hatta Rajasa 2. Sri Mulyani 3. Hidayat Nurwahid.

.

Dari ketiga tokoh tsb, peluang Hatta dan HNW relatif lebih kuat, karena memenuhi kriteria Chemistry dan elektibilitas parpol. Namun sejauh ini baru Hatta Rajasa yang secara terbuka menyatakan berdiri di belakang Sby. Dus, ditambah dukungan kuat dari Amien Rais dan 28 DPW PAN se-Indonesia.

.

Sayangnya Sby masih merahasiakan Cawapres pilihannya. PKS mencoba menawarkan alternatif dengan memasukkan nama HNW sebagai pendamping. Sesuai arahan Majelis Syuro yang di rangkum dalam Musyawarah Majelis Syuro PKS di Jakarta..

.

Akankah Sby memilih HNW....atau...Hatta Rajasa yang menerima pinangan tsb. Atau bukan keduanya? Hanya Tuhan dan Sby yang tahu.

.

Sebagian besar rakyat hanya mengatakan, terserah siapa presidennya, sing penting sembako dapat terjangkau, beras murah dan BBM tidak naik lagi. Demikian pendapat wong cilik.

.

Salam demokrasi - salam ukhuwah

elha 27.04.2009




Baca Selengkapnya......