Selasa, 14 Juli 2009

RAHASIA SUKSES SBY

RAHASIA SUKSES SBY

By elha – pengamat politik pinggiran

.

Kegagalan dalam persaingan pemilihan Cawapres pendamping Megawati, th 2001 di MPR dan peristiwa perebutan ‘tahta’ kepengurusan PDI, Juli 1996, membuat SBY mengerti betul seluk-beluk perpolitikan Indonesia (elha biasa menyebutnya Politik Khas Indonesia). Issue SARA dan modernitas bukanlah pilihan….LALU APA?

..

Raut wajah sumringah mengiringi kubu SBY-Berbudi melihat hasil Quik Qount seluruh lembaga survey yang memposisikan pasangan SBY-Boediono di urutan pertama dengan perolehan suara 59-61%. Artinya upaya untuk memenangkan pilpres dalam satu putaran berhasil gemilang. Ditambah lagi dengan hasil Real Qount KPU via SMS di beberapa wilayah yang juga menempatkan pasangan ini dengan prosentase suara yang tidak jauh berbeda dengan Quick Qount. (Lihat juga www.jangankedip.blogspot.com)

.

Jusuf Kalla, via telepon juga sudah mengucapkan selamat kepada SBY. Siapapun yang memulai hubungan telpon tsb, setidaknya dengan hati besar dan jiwa kenegarawanan, Pak JK menunjukkan bahwa beliau memang siap menang dan siap kalah. Contoh teladan yang sangat patut di tiru oleh seluruh penduduk negeri ini.

.

Mengapa Sby-Boediono bisa memenangkan pilpres dengan suara yang signifikan, hanya dengan satu putaran saja…..???

Ada banyak faktor yang dapat dijadikan alasan utamanya, antara lain :

1. SBY sangat percaya survey (mengutip pendapat Sejarahwan, Asvi Marwan Adam). Dalam berbagai kesempatan SBY berupaya agar hasil survey menempatkan dirinya dalam posisi pertama. Posisi pemenang dalam berbagai survey akan mempengaruhi opini publik. Apalagi yang di ekspose terus menerus

2. SBY memiliki data ‘intelejen’ yang akurat. Dalam dunia marketing, data ’intelejen’ sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi pasar, posisi diri dan kekuatan pesaing. Nah dengan data yang lengkap, kubu SBY-Boediono dapat memainkan strategi dengan tepat, cepat dan akurat.

3. Strategi Pencitraan (Imagine people). Fenomena politik pencitraan sudah terbukti manjur dalam iklim politik Indonesia. Megawati pernah merasakan nikmatnya citra politik yang baik dan berhasil menempatkan dirinya sebagai Tokoh Pembebasan. Amien Rais sebagai tokoh Reformasi dan SBY sebagai Presiden yang berhasil. Ini selalu dilakukan oleh kubu SBY-Boediono

4. Kampanye Kerakyatan. Sby-Boediono yang berasal dari rakyat dan akan berjuang untuk rakyat mampu mengalihkan iklan lainnya yang juga mengatasnamakan rakyat. Iklan yang sederhana dan sukses membuat nama SBY-Boediono terus melambung, melewati masa ‘kritis’ hantaman issue DPT, Katholik, Neolib danl ainnya

.

Bersambung

by elha – 14.07.2009




2 komentar:

elha mengatakan...

Insya Allah, sambungannya akan dibuat berkala...jika mmg memungkinkan..plus rahasa kekalahan JK....dari sudut ilmiah loch..

slm ukhuwah elha

Anonim mengatakan...

siapa yg sebenarnya kalah JK atau yg kain?

-anti-